Wanita, makhluk Tuhan yang paling mulia, dikaruniai sebuah rahim untuk mengandung, diberi kekuatan untuk melahirkan, memiliki rasa kasih sayang yang lebih untuk merawat dan membesarkan anak-anaknya. Tugas yang sangat berat dan tentunya tidak seorangpun pria yang mampu melakukannya. Karena itu, tidak salahlah surga itu berada ditelapak kaki wanita, khususnya ibu..
Menyinggung mengenai pernyataan mario teguh di status twitternya...
“Wanita yang pas untuk teman, pesta, clubbing, bergadang sampai pagi, chitchat yang snob, merokok n kadang mabuk – tidak mungkin direncanakan jadi istri”
Mengapa harus wanita?
1. Seorang pria pasti sangat menginginkan kelak memiliki istri yang sholeh, penurut, mampu mendidik dan membesarkan anak-anaknya, mampu menerima keadaan suami, dan juga mampu melayani suami dengan baik, namun pada intinya, pria menginginkan wanita yang sholehah.
“Dari Jabir r.a., Sesungguhnya Nabi SAW. telah bersabda : Sesungguhnya perempuan itu dinikahi orang karena agamanya, kedudukan, hartanya, dan kecantikannya ; maka pilihlah yang beragama” (HR. Muslim dan Tirmidzi)
dari sabda Rasulullah SAW tersebut dapat disimpulkan, bahwa pria yang memilih wanita, dan wanita dipilih terutama karena agamanya.
2. Kodrat pria adalah memilih, sedangkan wanita memutuskan.
Ya memang, itulah kodrat, pria mencari, memilih, dan menikahi wanita yang dinginkannya, sedang kan wanita dipilih, memutuskan, dan dinikahi oleh pria yang meminangnya.
“Wanita jika ingin dipilih, jadilah wanita baik (sholehah), bagaimana seorang wanita akan dipilih jika pria tidak menyukai sifat dan watak wanita tersebut dan bagaimana wanita akan memutuskan jika tidak ada yang memilihnya.”
3. “Wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik. Lelaki yang baik untuk wanita yang baik pula (begitu pula sebaliknya). Bagi mereka ampunan dan reski yang melimpah (yaitu : Surga)” (Qs. An Nuur (24) : 26)
Pertanyaannya, siapa yang harusnya lebih dulu baik, atau siapa harusnya lebih baik.?Kalau pria pasti jawabnya, "ya wanita lah", sedangkan jawaban wanita, "ya pria lah", kalau udah dpertemukan pria vs. Wanita untuk menjawab pertanyaan tersebut, pasti akan terjadi perdebatan yang tiada habisnya..Hoho
kalau logikanya, kembali lagi ke kodrat pria dan wanita, pria pasti mencari dan memilih wanita baik untuk menjadi pendamping hidupnya, sesuai yang dperintahkan di dalam Alquran.nah...Yang bisa mendapatkan wanita baik, pastilah lelaki baik juga, sebab apa? tentunya hanya lelaki baik yang mengetahui bagaimana mencari wanita baik.
4. Saya pernah mendengar sebuah pernyataan, “Sukses atau tidaknya sebuah rumah tangga, berada ditangan wanita”. Beberapa contoh untuk membuktikan pernyataan diatas,
a. Wanita sebagai pengatur kuangan dalam rumah tangga, besar pun gaji seorang suami, jika istri tidak bisa mengelolanya dengan baik,maka msa dpan rumah tangga tidak akan terjamin. Mungkin pria dapat sangat baik dalam karirnya menjadi manager keuangan dalam suatu perusahaan, namun hanya wanita yang bisa sangat hebat menjadi manager keuangan dalam sebuah keluarga.
b. Wanita sebagai pendidik dan penjaga anak-anaknya, "anak adalah amanah dari Allah, suatu saat kita (orang tua) akan dimintai pertanggungjawabannya". Ya, itu salah satu alasan mengapa perlu pendidik (wanita) yang baik untuk menghasilkan didikan yang baik, anak yang baik, sholeh keuntungannya kembali sebagai kuntungan orang tua, namun ada alasan lainnya yang tidak kalah penting, “Apabila anak adam meninggal dunia, maka putuslah semua amalnya kecuali tiga perkara: Shodaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak yang sholeh.” (Muslim, Abu Dawud, Tirmizi, Ahmad & Nasaai). Bagaimana kita (sebagai orang tua) bisa masuk surga kalau kita kehilangan 1 perkara "anak yang sholeh", sedangkan 2 perkara lain kita juga belum jelas. Lagi-lagi, hanya wanita yang memiliki kasih sayang, dan kesabaran yang lebih dalam mendidik dan membesarkan anak-anaknya dibanding pria.
c. Wanita sebagai motivator suami memenuhi kewajiban sebagai suami, mencari nafkah memang sulit di jaman sekarang ini, lelah, letih, penat, namun jika sepulang bekerja dan sesampai dirumah seorang suami disambut dengan senyuman manis istrinya, disuguhkan minum, disiapkan makanannya, pasti obat yang sangat mujarab bagi suami, suami akan semakin giat mencari nafkah untuk keluarganya, tidak bisa dipungkiri dibalik kesuksesan seorang pria ada wanita hebat nan sholehah.
d. Contoh lain, mungkin banyak yang mengetahui cerita dalam majalah hidayah, yang dibuat atau diangkat berdasarkan cerita atau kisah nyata. perhatikan, ceritanya tidak jauh dari pria yang senang dengan kehidupan dunia seperti mabuk, berjudi, bermain wanita, melakukan tindak kriminal dan kerap berlaku kasar kepada istrinya, tetapi ia memiliki istri yang sholehah, yang drumah kerjaannya sembahyang dan mengaji (kayak si-doel anak sekolahan), mendoakan suaminya agar sadar dan bertaubat, akhir dari cerita tersebut, suami bertaubat dan kmbali ke jalan yang benar, dari cerita tersebut, terbukti kasih sayang dan doa wanita, dapat mengubah segalanya
5. Beberapa alasan lain mengapa harus menjadi wanita baik-baik;
a. Rasulullah pernah ditanya tentang wanita yang paling baik, beliau menjawab, “(wanita) yang menyenangkan apabila dipandang (suami), taat jika diperintah, dan tidak menyelisihnya terhadap apa yang ia benci pada dirinya dan hartanya.”
b. “Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki yaitu istri shalihah yg bila dipandang akan menyenangkannya, bila diperintah akan mentaatinya, dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya.” (sabda Rasulullah SAW)
c. “Empat perkara termasuk dari kebahagiaan yaitu wanita yg shalihah tempat tinggal yg luas/ lapang tetangga yg shalih dan tunggangan yg nyaman. Dan empat perkara yg merupakan kesengsaraan yaitu tetangga yg jelek istri yg jelek kendaraan yg tdk nyaman dan tempat tinggal yg sempit.” (sabda Rasulullah SAW)
d. “Dunia ini dijadikan Allah penuh perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan hidup adalah istri yang sholihah” (HR. Muslim)
e. “Janganlah kamu menikahi wanita karena kecantikannya, mungkin saja kecantikan itu membuatmu hina. Jangan kamu menikahi wanita karena harta / tahtanya mungkin saja harta / tahtanya membuatmu melampaui batas. Akan tetapi nikahilah wanita karena agamanya. Sebab, seorang budak wanita yang shaleh, meskipun buruk wajahnya adalah lebih utama” (HR. Ibnu Majah)
Pernyataan dari mario teguh tersebut tidaklah salah, ia mengeluarkan pernyataan pastilah telah diperhitungkan dan memiliki dasarnya, yaitu teori dan fakt-fakta yang ada bagaimana pria memilih wanita sebagai pendamping hidup.
Wanita dengan perilaku dan hobi yang disebut kan Mario Teguh memang bisa menjadi lebih baik, tapi pola pikir wanita itu sendiri yang dapat mengubahnya, sedangkan mengubah pola pikir adalah sesuatu yang sangat sulit.
Lebih baik hindari perbuatan-perbuatan yang dapat menyulitkan di masa depan, daripada harus memperbaiki masa depan atas kesalahan masa lalu dan menyesal kemudian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar